Asuransi Adalah Suatu Kebutuhan

9 Mar 2016


Banyak masyarakat yang masih beranggapan asuransi hanya akan membuang uang saja, biayanya mahal, atau khawatir dipersulit waktu mengajukan klaim. Mereka yang paham dengan prinsip kerja asuransi, akan rela menyisihkan sebagian dananya untuk membeli asuransi dengan tujuan membangun proteksi dan asset masa depan.

Kebutuhan asuransi setiap orang dalam tahap kehidupan akan berubah seiring waktu. Lebih baik pada saat masih muda Asuransi Jiwa dipandang kurang perlu. Akan tetapi Anda perlu ingat, pada saat Anda memasuki gerbang pernikahan di mana biaya kebutuhan semakin meningkat dan tanggungjawab terhadap keluarga sangat dibutuhkan maka kebutuhan asuransi juga meningkat.
Berumah Tangga
Bagi pasangan menikah yang belum memiliki anak biasanya kebutuhan akan asuransi jiwa masih rendah, Apabila anda dan pasangan sama-sama memiliki penghasilan dan belum mulai mencicil  membeli rumah dengan KPR, kematian salah satu dari Anda tidak akan menjadi bencana financial bagi yang lain.
Namun lain halnya setelah anda mulai mencicil membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR), beban pengeluaran akan terasa sangat berat bagi pasangan yang masih hidup karena semua harus ditanggung sendiri. Untuk memastikan pasangan yang masih hidup dapat mempertahankan taraf kesejahteraannya, Anda sebaiknya membeli Asuransi Jiwa. 

Hal ini akan memberikan ketenangan pikiran baik kepada anda maupun pasangan karena anda dan pasangan akan terlindungi secara finansial dari hal yang tidak diinginkan.

Resiko Hidup
Semua yang lahir pasti akan meninggal. Bila yang terjadi resiko meninggal terhadap tertanggung yang menjadi sumber ‘income’/tulang punggung keluarga, maka keluarga yang ditinggalkannya akan membutuhkan dana untuk dapat terus melanjutkan hidup, paling tidak dalam suatu masa tertentu sampai mereka siap melanjutkannya sendiri.
Asuransi menyediakan dana saat terjadi resiko tsb. Dalam hal ini yang menerima manfaat yaitu keluarga ahli waris. Tertanggung dapat memperkirakan berapa besar biaya hidup keluarga setiap bulannya sebagai dasar untuk menentukan besarnya nilai Uang Pertanggungan (UP) asuransi dasar. UP ini ditambah dengan tabungan dan asset kekayaan tertanggung bila diinvestasikan, maka hasilnya diharapkan akan dapat menutupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkannya.
Biaya Resiko

Bila yang terjadi resiko kecelakaan atau sakit kritis, pastinya ada kebutuhan dana besar. Berapa besar biaya yang akan dibutuhkan; apakah dananya siap; berapa lama waktu pengobatannya; apakah tabungan dan asset kekayaan saat itu cukup untuk menutupi biaya pengobatannya, termasuk juga mempertimbangkan biaya kebutuhan hidup keluarga selama tertanggung sakit.
Bila tertanggung tidak memiliki asuransi, maka dapat dipastikan tabungan dan asetnya akan tergerus untuk biaya pengobatan medis maupun non-medis serta biaya hidup keluarga. Yang dikhawatirkan bila dananya tidak cukup banyak saat kejadian, maka yang terjadi kemungkinan harus pinjam sana-sini.
Namun seandainya dananya cukup memenuhi biaya pengobatan sampai tertanggung sembuh, dikhawatirkan tabungan dan asset kekayaan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun menjadi berkurang atau bahkan habis.
Akibatnya tertanggung menderita kerugian ekonomi dan harus bekerja keras lagi. Dalam kasus lain, kondisi tertanggung mungkin mengalami cacat tetap sehingga tidak dapat bekerja lagi, maka dapat dibayangkan bagaimana kondisi hidup dan keuangannya setelah itu. Perkiraan biaya resiko atau kebutuhan dana bisa menjadi dasar penentuan Uang Pertanggungan (UP) manfaat asuransi kecelakaan, cacat tetap/kelumpuhan dan sakit kritis.
Asuransi adalah suatu kebutuhan
Semua orang butuh perlindungan dari resiko kerugian ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan. Prinsip ‘biarkan hidup seperti air yang mengalir’ adalah ungkapan yang tidak tepat karena terlalu pasrah, tidak memiliki energi untuk merencanakan hidup ke arah yang lebih baik. Semua resiko hidup berkaitan dengan kebutuhan uang. 
Sumber artikel:

No comments:

Post a comment